Makanan atau pangan merupakan salah satu dimensi kehidupan manusia
sebagai mahkluk hidup. Namun berbeda dengan binatang dan tumbuhan,
urusan pangan manusia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor2 lingkungan
hidup semata seperti cuaca, kondisi tanah, gen. Namun juga oleh hal-hal
lain seperti estetika, kultur, sosial, religi, bahkan politik, sebagai
refleksi akan bagaimana suatu mahkluk cerdas mengolah apa yang dia dapat
dari alam.
Berbicara mengenai mengolah pangan, maka kita berbicara mengenai
memasak suatu makanan, dan makanan yang dimasak disebut masakan.Awalnya
cara memasak tertua dikenal sampai saat ini adalah membakar. Tidak ada
yang tahu persis bagaimana manusia purba menemukan teknik ini, namun
para ahli menduga bahwa mungkin manusia purba menemukannya dari ketika
mereka memakan daging hewan yang mati dalam kebakaran hutan.
Teknik pembakaran dan pemanggangan di atas bara api sendiri bisa
ditemukan mulai dari masyarakat yang paling terisolir dan primitif
sampai manusia modern. Namun kelihatannya, kunci untuk memasuki fase
variasi memasak yang lainnya, muncul ketika manusia menggunakan tanah
liat untuk alat memasak (pot masak). Dengan penemuan tanah liat, dan
juga dengan teknik memasak dengan batu, manusia menemukan cara2 lain
seperti merebus dan mengasap.
Diperkenalkanya metalurgi juga membuka cara-cara baru dalam memasak,
seperti menggoreng. Bangsa Mesir Kuno dipercaya menemukan proses
menggoreng sekitar 2500 SM, dan sebelumnya sudah memasuki zaman tembaga
pada 3300 SM, dan menggunakan besi sejak 2900 SM.
Hubungan dagang dan penjajahan dalam sejarah juga membantu proses
diperkenalkannya fauna, flora, serta cara memasak ke negara-negara yang
berbeda. Hal ini mendorong munculnya modifikasi-modifikasi dalam
memasak. Selain itu faktor pendukung modifikasi yang lain adalah
perubahan alam. Bangsa-bangsa yang terpaksa berpindah tempat ke lokasi
dengan kondisi alam baru karena bencana alam, atau menanam tanaman
pangan jenis baru akan pula terdorong untuk merubah cara memasak dan
bahan-bahan yang diperlukan. Pengenalan budaya dan agama juga bisa
menyumbang ke perubahan ini, seperti pada ajaran Islam yang melarang
makan babi.
Di Ambil Dari :
http://sarangge.wordpress.com
Kamis, 28 Juni 2012
0 Asal Mula Cita Rasa Masakan
Diposting oleh
Farah PinkQueenZa
di
23.44
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar