(Epochtimes.co.id)
Peneliti dari Universitas Durham di Inggris telah menemukan sebuah galaksi kuno yang luar biasa, yang merupakan bagian dari awal alam semesta, dengan usia sekitar tiga miliar tahun setelah Big Bang – terlihat sedang menciptakan bintang-bintang sebesar matahari kita dengan kecepatan 100 kali lebih cepat dari galaksi Bima Sakti kita.
Karena lamanya waktu astronomi yang dibutuhkan oleh cahaya untuk melewati ruang dari sebuah badan alam semesta atau galaksi ke Bumi, peneliti beberapa kali mampu untuk melihat ke masa lalu sejauh beberapa miliar tahun. Kali ini, peneliti telah menerima sebuah gambar yang eksis pada 10 miliar tahun yang lalu.
Tim peneliti menemukan kumpulan dari formasi bintang yang 100 kali lebih terang dari Bima Sakti di dalam galaksi yang dikenal dengan nama SMM J2135-0102. Hasilnya menunjukkan bahwa formasi bintang tersebut lebih cepat dan energik pada tahap awal alam semesta, karena galaksi-galaksi mengalami beberapa periode pertumbuhan yang cepat.
Para peneliti juga memperkirakan bahwa rata-rata pembentukan bintang setara dengan membuat 250 matahari dalam setahun.
“Galaksi ini seperti anak muda yang sedang menjalani proses pertumbuhan yang pesat,” kata Dr. Mark Swinbank, kepala peneliti dari Institute for Computational Cosmology di Durham University, dalam sebuah pernyataan pers.”Kami tidak sepenuhnya memahami kenapa bintang-bintang ini tumbuh begitu cepat tetapi hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pembentukan bintang jauh lebih efisien pada tahap awal alam semesta daripada saat ini.”
Gambar-gambar tersebut diambil oleh European Southern Observatory’(ESO) Atacama Pathfinder Experiment (APEX) telescope.
Penelitan yang unik ini, yang menghasilkan pandangan tentang proses pembentukan formasi bintang pada tahap awal alam semesta, didanai oleh Royal Astronomical society dan the Science and Technology Facilities Council.
Penemuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature edisi 21 Maret. (Andres Cordova/The Epoch Times/san)

0 komentar:
Posting Komentar