(Epochtimes.co.id)
Para ahli astronomi dari California Institute of Technology (Caltech) dan Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) di Switzerland telah menemukan satu peristiwa baru di mana sebuah galaksi yang jauh diperbesar oleh sebuah quasar yang berfungsi sebagai gravitational lens.
Penemuan ini yang terjadi berkat pengamatan yang dilakukan di W.M. Keck Observatory di puncak gunung Mauna Kea, Hawaii, telah dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics pada 16 Juli.
Quasar, merupakan sebuah objek yang bersinar amat terang di kejauhan jagat raya. Quasar menjadi menyala karena mendapat pasokan tenaga dari lubang hitam supermasif yang terletak di pusat setiap galaksi. Sebuah quasar dapat bersinar amat terang – ribuan kali lebih terang daripada sebuah galaksi yang terdiri atas ratusan milyar bintang – sehingga usaha untuk mempelajarinya juga sangat sulit. Penemuan ini akan memberikan suatu terobosan baru untuk meningkatkan pemahaman kita tentang galaksi di mana quasar itu berada.
“Kalau diumpamakan, untuk melihat galaksi tempat quasar ini berada seperti melihat langsung ke arah sorot lampu mobil kemudian kita mencoba untuk menebak apa warna velg-nya” Jelas Frédéric Courbin dari EPFL, penulis makalah tentang penelitian ini.
Dengan memakai teknik gravitational lensing, ia menambahkan “Sekarang kami dapat mengukur massa dari galaksi tempat quasar ini bercokol dan akhirnya mampu mengatasi masalah seperti di atas.”
Menurut teori relativitas umum dari Einstein, jika sebuah massa yang besar (misalnya sebuah galaksi atau gugusan galaksi) ditempatkan di sepanjang garis amatan sebuah galaksi lain yang lebih jauh, cahaya yang datang dari galaksi tersebut akan terbelah. Karena inilah, pengamat yang berkedudukan di Bumi akan melihat dua atau lebih dua gambaran yang lebih dekat dari gambaran sebuah galaksi yang telah diperbesar.
Gambaran pertama dari teknik ini muncul pertama kali di tahun 1979, sebuah gambar yang menujukkan quasar dikejauhan yang diperbesar dan terbelah oleh sebuah galaksi yang berada di depannya. Ratusan kejadian dari quasar yang bertindak sebagai gravitational lens telah banyak ditemukan. Tapi, hingga munculnya tulisan mengenai penelitian ini, proses berbalikkan – sebuah galaksi yang berada di kejauhan, diperbesar oleh quasar berada di sebuah galaksi raksasa – yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Pemakaian teknik gravitational lensing untuk mengukur massa dari sebuah galaksi di kejauhan terpisah dari tingkat kecerahannya telah diusulkan pada 1936 oleh seorang astrofisika Fritz Zwicky dari Caltech. Ternyata teknik ini telah menunjukkan keefektifannya dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun sampai saat ini, teknik ini belum pernah diaplikasikan untuk mengukur massa dari sebuah quasar.
Untuk menemukan lensa kosmis ini, para ahli astronomi pertama harus mencari kandidat sebuah quasar-galaksi yang akan bertindak sebagai gravitational lensing. Untuk menemukannya, mereka harus mencari ke dalam sebuah database yang didapat lewat Sloan Digital Sky Survey (SDSS).
Lewat serangkaian pengamatan tambahan, diputuskan kandidat terbaik jatuh pada quasar SDSS J0013+1523 yang terletak sekitar 1.6 milliar tahun cahaya. Pengamatan berikut yang dilakukan dengan memakai teleskop W. M. Keck Observatory’s yang berdiameter 10 meter telah mengonfirmasi bahwa quasar ini memang memperbesar tampilan dari sebuah galaksi lain yang lebih jauh yang terletak sekitar 7.5 milliar tahun cahaya.
“Kami sangat gembira ketika mengetahui bahwa ide ini ternyata benar-benar bekerja,” tutur Georges Meylan, seorang profesor fisika dan kepala tim EPFL. “Penemuan ini menunjukkan pengaplikasian yang berulang-ulang dari teknik gravitational lensing sebagai alat astrofisika.”
“Quasar merupakan ‘alat’ yang sangat berharga dalam pembentukan dan evolusi sebuah galaksi,” jelas Professor of Astronomy S. George Djorgovski, kepala tim riset Caltech. Ke depannya, tambah beliau, “Penemuan sistem lainnya yang seperti itu akan menambah pemahaman kita mengenai hubungan antara quasar dan galaksi tempat di mana dirinya (quasar) bernaung." (Science Daily/den)

0 komentar:
Posting Komentar