Hallo,, selamat datang di blog ku,, jangan lupa di follow yah,, tinggalin komentarnya juga,,

Senin, 27 Juni 2011

0 Sepuluh Besar Spesies Baru 2011


(Epochtimes.co.id) Lintah T. rex, batfish pancake (ikan kelelawar panekuk), dan jamur bawah air merupakan tiga diantara spesies baru yang menjadi pemenang dalam daftar 10 spesies baru tahun ini, yang diumumkan pada 23 Mei lalu saat bertepatan dengan ulang tahun ke-304 Carolus Linnaeus, ahli botani Swedia yang dijuluki “Bapak taksonomi modern” yang sistem klasifikasinya digunakan oleh para ilmuwan hingga kini.

     Tyrannobdella Rex, lintah Peru dengan panjang di bawah 2 inci (5 cm), memiliki rahang tunggal dengan gigi raksasa sehingga cocok dengan namanya, yang artinya “raja lintah tiran.” Lintah ini pertama kali ditemukan saat melekat pada bagian dalam hidung seseorang.

     Setelah ditemukannya kelelawar yang bisa berjalan, kini terdapat pula kelelawar yang bisa berenang, yaitu ikan kelelawar pancake (Halieutichthys intermedius) yang berhabitat di dasar laut dalam, dan dekat dengan wilayah yang terkena dampak tumpahan minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko.
Sedangkan di Sungai Rogue di wilayah Oregon di bagian barat laut Amerika Serikat, ditemukan spesies jamur gilled (Psathyrella aquatica) dimana para ilmuwan yang melakukan pengamatan menemukan bahwa jamur ini berbuah di bawah air setiap periode 11 minggu.

     Pemenang lainnya yaitu jamur cahaya, kecoa loncat, kadal raksasa pemakan buah, jangkrik penyerbuk-anggrek, dan laba-laba penenun bola (orb-weaver spider) dari Madagaskar yang biasanya menjalin jaring di sungai dan danau.

     Jaring terpanjang yang pernah diketahui yang ditenun oleh laba-laba ini, Darwin’s Bark Spider (Caerostris darwini), memiliki jaring yang membentang sepanjang 82 kaki (24 meter) di seberang sungai, dan sutra yang dihasilkan dari spesies ini dua kali lebih kuat dari sutera yang dihasilkan dari jaring laba-laba lain.
     Kemudian terdapat pula dukier, yaitu sejenis antelope (kijang) kecil yang awalnya ditemukan di sebuah pasar daging di Afrika, dan bakteri pemakan karat yang ditemukan di bangkai kapal Titanic, yang menurut para ilmuwan dapat digunakan untuk membantu mengurai karat pada bangkai kapal kuno tersebut dan juga tumpahan minyak di laut.

     Mary Liz Jameson dari Wichita State University yang mengetuai komite pakar internasional yang menjadi pemilih 10 spesies teratas tahun ini.

     “Masing-masing penemuan dari spesies yang menakjubkan tersebut menceritakan sebuah cerita tentang planet kita, mereka adalah potongan dari teka-teki yang membantu kita untuk memahami bagaimana semua komponen kehidupan di Bumi dapat saling bekerja sama,” kata Jameson dalam siaran pers.
“Jamur-cahaya yang sangat indah itu menarik perhatian serangga-serangga kecil, yang membantu jamur itu untuk menyebarkan spora mereka. Bakteri pemakan karat melakukan daur ulang karat bahkan terhadap bangkai kapal Titanic, salah satu ciptaan umat manusia yang terbesar.”

     “Saya pikir bahwa 10 besar spesies ini membantu agar kita terus menaruh perhatian pada potongan teka-teki yang masih menunggu untuk ditemukan, baik itu di halaman belakang rumah Anda sendiri, maupun di sebuah klinik kesehatan di Peru, di laut dalam, atau bahkan di sebuah pasar di Afrika Barat,“ tambahnya. “Ilmu Keanekaragaman hayati adalah segala hal yang berkaitan dengan eksplorasi dan penemuan.”
(Cassie Ryan / The Epoch Times / osc)

0 komentar:

Posting Komentar