Pada masa lalu, Kande tidak bisa dinyanyikan oleh sembarang penyanyi tetapi harus dilakukan oleh petugas khusus yaitu Gelarang Ngali, Sape dan Gelarang Ndano. Selain Kande untuk penobatan dan pelantikan Sultan dan pelantikan para pejabat, masih ada jenis kande yang lain yaitu :
- kande lewa ro loka, yaitu kande yang akan dinyanyikan untuk para laskar yang akan menujumedanperang. Memohon kepada Allah agar para laskar diberi keberanian dan kemengan dalam menegakkan kebesaran dan kejayaan agama, rakyat dan negeri.
- Kande campo ro kaboro, dinyanyikan pada upacara campo ro kaboro (pernikahan) putra -putri Sultan.
- Kasaro dan sabiri, kasaro adalah jenis kande yang berisi pernyataan setia rakyat kepada sultan, dinyanyikan oleh para tokoh adat dari wera, yang dianggap berjasa dan taat dalam membela jalanjenateke la ka’I (Abdul kahir I) ketika sedang dikejar – kejar oleh pamannya Salisi. Saribi adalah jenis kande yang berisi syarat – syarat yang harus di penuhi oleh setiap putra Sultan dan raja negeri lain terutama Makasar yang ingin mempersunting putri Sultan Bima. Kande ini dinyanyikan oleh tokoh adat dari Wera bersama dengan penyanyi kasaro.
Na Kidi Donggo Dese
Doro ma na’e
Sera ma kalau
Eda kasama kaina
Lara kaina beti ma taho ntiri
Taho kania jangka ma taho mbolo
Dacina ma sama tani
Sa lobe kaina lante
Sabua kaina dipi
Su’u sa wa’u
Sia sa wale
Londo kai bai nggahi sara
Saat ini sudah langka sekali orang atau tokoh Bima yang bisa melantunkan kande. Jadi tidak mengherankan jika seni musik ini bisa dkatakan punah dari Bumi Mbojo. Seingat saya hanya satu orang yang masih mampu melantunkan kande ini yaitu Bapak Fadil Mansyur di Sape yang melantunkan Kande Gelarang Nae Sape.
Perlu ada upaya serius untuk melakukan observasi, penulisan kembali syair Kande, dan regenerasi para pelantun Kande. Memang harus diakui bahwa seni puisi Kande ini kurang menarik karena tidak diiringi musik,karena hanya dilanukan lepas tanpa musik. Tapi kala disimak isi syairnya sesungguhnya syarat dengan petuah dan nasehat.
Di Ambil Dari :
http://sarangge.wordpress.com

0 komentar:
Posting Komentar